peduli ummat

Showing posts with label halwa motivasi. Show all posts
Showing posts with label halwa motivasi. Show all posts

Monday, May 3, 2010

Ibu Mithali

Tanggal 3 Mei 2000, ibuku menghembus nafasnya yang terakhir..
pergi tak akan kembali..selamanya
dan hari ini 3 Mei 2010,
maka genap sudah 10 tahun ibuku meninggalkanku
rindu diri ini ingin bersua muka sudah tak terbendung
hingga doa dipohon agar ditemukan Allah
walau dalam mimpi
walau dijelmakan dalam 'roh'
semoga Allah pertemukan nanti di syurga
terbetik di hati ini apakah ibuku bahagia di alam kubur sekarang?
dapatkah aku memberikan kebahagiaan kepadanya?
kupohon pada Allah ambil sahaja semua pahala amalanku
dan berikan semuanya kepada ibuku
walau aku belum tahu apakah amalan-amalan tadi diterima
tapi aku harap dan pohon supaya ia diterima
agar ia menjadi pelita di dalam kubur yang gelap
agar ia menjadi pendamping di kala sunyi
agar ia menjadi taman-taman syurga yang indah
O Allah ampunilah ibuku
kasihanilah dia sepertimana dia mengasihiku ketika kecilku
tempatkanlah dia disisi hamba-hamba Mu yang beriman
temukanlah kami di syurga nanti..
amin

Al Fatihah buat ibuku..
"Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wafu'anha"
Ibu mithali ibu yang sejati kasih sayangmu kasih yang suci pengorbananmu disanjung tinggi jasamu tetap di sanubari ibu oh ibu sikapmu murni kelembutanmu menyentuh hati semai kasihmu dalam jiwaku kau disayangi kerna menyayangi ibu oh ibu hatimu suci tulus ikhlasmu mendidik daku sanggup bersusah dan menderita demi kebahagiaan sekeluarga ibu oh ibu kau serikandi bakti amalmu tidak terperi beramal soleh berperibadi mentaati Allah juga suami


Friday, April 2, 2010

Islam Cinta Keadilan

Islam cinta keadilan
tak akan takut akan rintangan
tegakkan keadilan tinggikan kebenaran
hanya Allah tujuan


Berjuang dengan harta dan jiwa
untuk tegak Islam nan jaya
tak pernah rasa rugi menapak jalan ini
syurga Allah menanti


Turut barisan kami
bersama membangun negeri
sambut seruan ini
raih kemenangan sejati


empowered by : Izzatul Islam

Tuesday, March 10, 2009

Dosa Sepenuh Bumi


Seorang pemuda dari kaum Anshar yang bernama Tsa'labah bin Abdurrahman telah masuk Islam. Dia sangat setia melayani Rasulullah SAW. Suatu ketika Rasulullah SAW mengutusnya untuk suatu keperluan. Dalam perjalanannya dia melalui rumah salah seorang dari Anshar, maka terlihat dirinya seorang wanita Anshar yang sedang mandi. Dia takut akan turun wahyu kepada Rasulullah SAW menyangkut perbuatannya itu. Maka dia pun pergi kabur. Dia menuju ke sebuah gunung yang berada di antara Mekkah dan Madinah dan terus mendakinya.


Selama empat puluh hari Rasulullah SAW kehilangan dia. Lalu Jibril AS turun kepada Nabi SAW dan berkata, "Wahai Muhammad! Sesungguhnya Tuhanmu menyampaikan salam buatmu dan berfirman kepadamu, "Sesungguhnya seorang laki-laki dari umatmu berada di gunung ini sedang memohon perlindungan kepada-Ku."


Maka Nabi SAW berkata, "Wahai Umar dan Salman! Pergilah cari Tsa'laba bin Aburrahman, lalu bawa kemari." Keduanya pun lalu pergi menyusuri perbukitan Madinah. Dalam pencariannya itu mereka bertemu dengan salah seorang penggembala Madinah yang bernama Dzufafah. Umar bertanya kepadanya, "Apakah engkau tahu seorang pemuda di antara perbukitan ini?" Penggembala itu menjawab, "Jangan-jangan yang engkau maksud seorang laki-laki yang lari dari neraka Jahanam?" "Bagaimana engkau tahu bahwa dia lari dari neraka Jahanam?" tanya Umar. Dzaufafah menjawab, "karena, apabila malam telah tiba, dia keluar kepada kami dari perbukitan ini dengan meletakkan tangannya di atas kepalanya sambil berkata, "Mengapa tidak cabut saja nyawaku dan Engkau binasakan tubuhku, dan tidak membiarkan aku menanti keputusan!" "Ya, dialah yang kami maksud," tegas Umar. Akhirnya mereka bertiga pergi bersama-sama.



Ketika malam menjelang, keluarlah dia dari antara perbukitan itu dengan meletakkan tangannya di atas kepalanya sambil berkata, "Wahai, seandainya saja Engkau cabut nyawaku dan Engkau binasakan tubuhku, dan tidak membiarkan aku menanti-nanti keputusan!" Lalu Umar menghampirinya dan mendekapnya. Tsa'labah berkata, "Wahai Umar! Apakah Rasulullah telah mengetahui dosaku?" "Aku tidak tahu, yang jelas kemarin beliau menyebut-nyebut namamu lalu mengutus aku dan Salman untuk mencarimu." Tsa'labah berkata, "Wahai Umar! Jangan kau bawa aku menghadap beliau kecuali dia dalam keadaan sholat"



Ketika mereka menemukan Rasulullah SAW tengah melakukan sholat, Umar dan Salman segera mengisi shaf. Tatkala Tsa'laba mendengar bacaan Nabi saw, dia tersungkur pingsan. Setelah Nabi mengucapkan salam, beliau bersabda, "Wahai Umar! Salman! Apakah yang telah kau lakukan Tsa'labah?" Keduanya menjawab, "Ini dia, wahai Rasulullah saw!" Maka Rasulullah berdiri dan menggerak-gerakkan Tsa'labah yang membuatnya tersadar. Rasulullah SAW berkata kepadanya, "Mengapa engkau menghilang dariku?" Tsa'labah menjawab, "Dosaku, ya Rasulullah!" Beliau mengatakan, "Bukankah telah kuajarkan kepadamu suatu ayat yang dapat menghapus dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan ?" "Benar, wahai Rasulullah." Rasulullah SAW bersabda, "Katakan: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat serta peliharalah kami dari azab neraka." (QS Al-Baqarah:201)



Tsa'labah berkata, "Dosaku, wahai Rasulullah, sangat besar." Beliau bersabda,"Akan tetapi kalamullah lebih besar." Kemudian Rasulullah menyusul agar pulang ke rumahnya. Di rumah dia jatuh sakit selama delapan hari. Mendengar Tsa'labah sakit, Salman pun datang menghadap Rasulullah SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah! Masihkah engkau mengingat Tsa'labah? Dia sekarang sedang sakit keras." Maka Rasulullah SAW datang menemuinya dan meletakkan kepala Tsa'labah di atas pangkuan beliau. Akan tetapi Tsa'labah menyingkirkan kepalanya dari pangkuan beliau.



"Mengapa engkau singkirkan kepalamu dari pangkuanku?" tanya Rasulullah SAW. "Karena penuh dengan dosa." Jawabnya. Beliau bertanya lagi, "Bagaimana yang engkau rasakan?" "Seperti dikerubuti semut pada tulang, daging, dan kulitku." Jawab Tsa'labah. Beliau bertanya, "Apa yang kau inginkan?" "Ampunan Tuhanku," Jawabnya.



Maka turunlah Jibril as. dan berkata, "Wahai Muhammad! Sesungguhnya Tuhanmu mengucapkan salam untukmu dan berfirman kepadamu, "Kalau saja hamba-Ku ini menemui Aku dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, niscaya Aku akan temui dia dengan ampunan sepenuh itu pula." Maka segera Rasulullah SAW memberitahukan hal itu kepadanya. Mendengar berita itu, terpekiklah Tsa'labah dan langsung ia meninggal.



Lalu Rasulullah SAW memerintahkan agar Tsa'labah segera dimandikan dan dikafani. Ketika telah selesai disholatkan, Rasulullah SAW berjalan sambil berjingkat-jingkat. Setelah selesai pemakamannya, para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah! Kami lihat engkau berjalan sambil berjingkat-jingkat. " Beliau bersabda, "Demi Zat yang telah mengutus aku sebagai seorang nabi yang sebenarnya! karena, banyaknya malaikat yang turut menziarahi Tsa'labah."

Saturday, July 21, 2007

1 2 3

Jom kita nyanyi sama-sama..

satu..kasih nan abadi
tiada tandingi
Dia Yang Satu
dua..sayang berpanjangan
membawa ke syurga
kasihnya ibu
tiga..sayang berpanjangan
rela berpayahan
setianya ayah
empat..mudah kau ketemu
berhati selalu
beza antara
kasih dan kekasih
kawan..dengar lagu ini
manis jangan terus ditelan
pahit jangan terus diluah
itu bidalan
mari kita renungkan
andai kau bahagia
ingat itu bukan untuk selamanya
andai kau sengsara
ingat itu bukan untuk selamanya
hidup ini sementara..



Hmm..lagu ini selalu menjadi siulanku..
lagu yang bermakna dan 'catchy'.